INFORMASITERKINI1.COM
JAYAPURA, 24 Desember 2025 – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2025 merilis laporan capaian penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sepanjang tahun 2025. Dalam rilis resminya, aparat gabungan TNI-Polri berhasil mencatatkan progres signifikan dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bumi Cendrawasih.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga akhir Desember 2025, Satgas Damai Cartenz telah melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok separatis dengan rincian sebagai berikut:
Personel KKB: Sebanyak 15 anggota KKB tewas dalam kontak tembak, sementara 45 orang ditangkap, di mana 20 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Markas Strategis: Aparat berhasil menduduki dan menghancurkan 14 markas KKB yang tersebar di wilayah rawan, termasuk pusat komando di Kampung Soanggama, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya.
Penyitaan Senjata: Sebanyak 29 senjata api, 4.194 butir amunisi, 45 magasin peluru, serta dua bahan peledak berhasil diamankan.
Barang Bukti Lain: Petugas menyita 57 dokumen Papua Merdeka dan mengidentifikasi lebih dari 44.000 berita hoaks yang disebarkan simpatisan KKB untuk memprovokasi masyarakat.
Salah satu titik balik penting dalam operasi tahun ini terjadi pada pertengahan Oktober 2025, ketika pasukan gabungan melumpuhkan kekuatan OPM di Distrik Homeyo. Keberhasilan menduduki markas tersebut sekaligus mengakhiri dominasi kelompok bersenjata yang sering meneror warga sipil di wilayah Soanggama.
"Kami berkomitmen untuk terus memutus jalur pasokan senjata dan logistik kelompok ini. Penegakan hukum dilakukan secara profesional untuk memastikan pembangunan di Papua tetap berjalan," tegas Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo.
Memasuki periode libur akhir tahun, aparat gabungan kini mengalihkan fokus pada Operasi Lilin Cartenz 2025 yang berlangsung dari 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Fokus utama adalah pengamanan ibadah Natal dan aktivitas masyarakat di titik-titik keramaian seperti Jayapura, Mimika, dan pegunungan tengah agar terhindar dari ancaman gangguan keamanan.
Fakta Tambahan yang Perlu Anda Tahu:
Wilayah Operasi: Meliputi 11 distrik di 3 provinsi (Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan).
Daftar Barang Bukti: Selain senjata api, disita juga 93 panah dan berbagai senjata tajam.
(*)


