INFORMASITERKINI1.COM
SEMARANG, Rabu 24 Desember 2025 – Mahasiswa Ilmu Komunikasi sukses menyelenggarakan Komukino, sebuah event kebudayaan tahunan yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempraktikkan manajemen acara dan komunikasi budaya. Tahun ini, Komukino mengusung tema "Jateng Ayem", yang merepresentasikan keragaman budaya dari enam wilayah karesidenan di Jawa Tengah, yakni Pati, Semarang, Pekalongan, Kedu, Banyumas, dan Surakarta.
Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok karesidenan diwajibkan menyusun rangkaian program yang terdiri dari inovasi makanan khas, performance kebudayaan, penyelenggaraan kompetisi lomba, hingga produksi konten digital. Karesidenan Pati menonjolkan identitas wilayahnya dengan membawakan pertunjukan seni Barongan Blora, hasil kolaborasi langsung dengan komunitas praktisi Barongan Samin Edan.
Kekuatan utama dari penampilan Karesidenan Pati terletak pada detail karakter yang dibawakan oleh enam penari utama. Setiap penari memegang peranan krusial yang membangun narasi pertunjukan:1. Dua Sosok Barongan: Sebagai pusat perhatian, dua kostum Barongan yang megah melambangkan kekuatan alam dan sisi liar manusia yang harus dikendalikan. Gerakan yang lincah dan suara ceklakan rahang Barongan menciptakan ritme yang mengintimidasi sekaligus memikat hujan.
2. Dua Prajurit: Melambangkan ketangkasan dan disiplin, para prajurit memberikan dinamisme pada panggung melalui gerakan bela diri tradisional yang sinkron.
3. Satu Joko Lodro: Karakter ini tampil dengan kesan jenaka namun penuh misteri, berfungsi sebagai penyeimbang antara elemen serius dan hiburan.
4. Satu Pujonggo Anom (Pentul): Sosok bertopeng yang lincah dan akrobatik, menambah estetika visual melalui gerakan-gerakan tari yang ekspresif.
Keenam penari ini tidak hanya sekadar bergerak, melainkan "meraga" ke dalam karakter masing-masing, menciptakan sinergi yang membuat panggung Komukino terasa sempit oleh energi yang mereka pancarkan.
Di tengah riuh rendah suara gamelan yang semakin cepat (ritme sampak), penonton disuguhi sebuah adegan yang membuat bulu kuduk berdiri. Sebagai bagian dari komitmen menjaga keaslian ritual Barongan Blora, salah satu pemeran melakukan adegan makan ayam hidup.
Ketua Karesidenan Pati menyatakan bahwa kemenangan ini adalah bonus. "Tujuan utama kami adalah mengenalkan bahwa budaya kita, khususnya dari daerah Pati dan Blora, memiliki kedalaman filosofi yang sangat kuat. Kolaborasi dengan Komunitas Samin Edan adalah bentuk penghormatan kami kepada para praktisi seni senior agar ilmu mereka tetap mengalir ke generasi muda," ungkapnya.
Dengan berakhirnya acara ini, Karesidenan Pati berharap agar semangat melestarikan budaya tidak berhenti di panggung Komukino saja, namun terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa sebagai agen perubahan budaya.
Tentang Komukino:
Komukino adalah festival budaya mahasiswa tahunan yang bertujuan untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengapresiasi kekayaan budaya lokal dari berbagai karesidenan di Jawa Tengah. Melalui pameran, kuliner, dan seni pertunjukan, Komukino menjadi jembatan antara tradisi masa lalu dan kreativitas masa kini.
Kontak Media:
Tim Media Karesidenan Pati
Email: karesidenanpati25@gmail.com
Instagram: @karesidenanpati25
Tentang Komunitas Barongan Samin Edan Blora:
Komunitas seni yang berbasis di Blora, didedikasikan untuk menjaga kemurnian seni Barongan dan nilai-nilai ajaran Samin melalui pertunjukan rakyat, edukasi, dan kolaborasi seni kontemporer.
Lampiran Foto & Video:
Reporter Informasiterkini1.com : Hadi Purwono
Sumber : Mahasiswa USM




