INFORMASITERKINI1.COM
BANTUL – Insiden berdarah yang melibatkan sesama rekan terjadi di Gang Puntodewo, Sidorejo, Kelurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul pada Sabtu (17/1/2026). Seorang mahasiswa berinisial AG (20) asal Papua dilaporkan tewas setelah menjadi korban penusukan usai terlibat perkelahian.
Peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan awal, korban saat itu sedang berboncengan sepeda motor dengan terduga pelaku. Keduanya diketahui melaju dari arah selatan menuju utara dalam kondisi pengaruh minuman beralkohol (mabuk).
Sesampainya di dekat sebuah warung di lokasi kejadian, motor yang mereka tumpangi hilang kendali dan menabrak sebuah pohon tanjung hingga keduanya terjatuh.
Bukannya saling menolong usai kecelakaan, keduanya justru terlibat cekcok mulut yang hebat. Ketegangan meningkat hingga terjadi perkelahian fisik sekitar pukul 08.30 WIB.
Aksi Kekerasan: Warga melihat salah satu dari mereka mengeluarkan senjata tajam. Korban sempat dipukul sebelum akhirnya pelaku menusukkan senjata tersebut ke bagian dada kiri korban.
Detik-Detik Terakhir: Meski mengalami luka parah, korban AG sempat berusaha berjalan ke arah utara untuk mencari pertolongan. Namun, ia akhirnya ambruk dan tak sadarkan diri di depan salah satu rumah warga.
Sesaat setelah kejadian, pelaku dilaporkan tidak langsung melarikan diri, melainkan sempat mengamuk di lokasi kejadian. Ia bahkan mencoba menghadang warga atau pengendara yang melintas, sebelum akhirnya pihak kepolisian tiba di lokasi setelah menerima laporan warga.
Pihak medis menyatakan korban meninggal dunia dengan luka-luka sebagai berikut:
Luka Tusuk: Pada dada bagian kiri dengan ukuran 2 x 1 sentimeter.
Luka Lecet: Pada bagian pelipis kiri yang diduga akibat benturan saat jatuh dari motor.
Pihak Kepolisian Sektor Kasihan bersama Tim Inafis Polres Bantul telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pasti pelaku dan motif di balik tindakan keji tersebut.
Laporan : Rukiyono


