Informasiterkini1.com | Kabupaten Banyumas – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mengambil langkah darurat menyusul banjir yang merendam sejumlah titik lintasan kereta api. KAI resmi memberlakukan rekayasa pola operasi, mulai dari pengalihan rute hingga pembatalan perjalanan demi menjamin keselamatan penumpang.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, menyampaikan bahwa curah hujan tinggi menyebabkan genangan air di wilayah kerja Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta meningkat. Kondisi ini secara langsung mengganggu jalur utama operasional kereta api.
“Curah hujan yang tinggi dan genangan air di lintasan menyebabkan sebagian jalur belum dapat dilalui secara aman. KAI terus melakukan pemantauan intensif serta pemeriksaan teknis secara menyeluruh,” ujar As’ad di Purwokerto, Senin (19/1/2026).
Berdasarkan evaluasi operasional terkini, KAI memutuskan untuk membatalkan perjalanan dua kereta api utama pada Minggu (18/1):
KA Kamandaka (Relasi Semarang Tawang - Purwokerto PP)
KA Purwojaya (Relasi Gambir - Cilacap PP)
Pembatalan ini dilakukan karena tingkat keterlambatan yang sangat tinggi serta kondisi lintasan yang dinilai belum layak untuk dilalui.
Selain pembatalan, KAI menerapkan pola operasi memutar bagi kereta api lainnya untuk menghindari titik banjir:
Arah Timur (Nomor Ganjil): KA Anggrek, KA Sembrani, dan KA Pandalungan memutar melalui lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Kroya-Cirebon.
Arah Barat (Nomor Genap): KA Anggrek, KA Pandalungan, KA Jayabaya, dan KA Sembrani memutar melalui lintas Cirebon/Tegal-Prupuk-Kroya-Solo Balapan-Gundih-Brumbung-Semarang Tawang.
KAI bertanggung jawab penuh dengan memberikan pengembalian bea tiket 100 persen bagi pelanggan yang terdampak.
"Pengembalian dapat diajukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan melalui loket Stasiun Purwokerto, Kroya, Cilacap, dan Kutoarjo, maupun aplikasi Access by KAI," jelas As’ad.
Saat ini, petugas prasarana terus disiagakan untuk melakukan normalisasi lintasan dan penguatan badan jalan rel agar operasional dapat kembali normal secepat mungkin.
Reporter: Hadi Purwono


