Terdakwa Hukuman Mati Kasus Narkoba Kabur Usai Sidang di PN Lubuk Pakam, Diduga Terencana

INFORMASITERKINI1.COM

LUBUK PAKAM – Sistem pengamanan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam menjadi sorotan tajam setelah seorang terdakwa kasus pengedaran narkotika jaringan besar, Salihin, berhasil melarikan diri pada Selasa (27/1/2026). Ironisnya, pelarian ini dilakukan tepat saat terdakwa hendak menjalani sidang agenda nota pembelaan (pledoi) atas tuntutan hukuman mati yang menjeratnya.

Pelarian terjadi di tengah hiruk-pikuk jadwal persidangan yang padat. Berdasarkan keterangan pihak berwenang, Salihin diduga memanfaatkan celah pengawasan saat berpindah dari sel transit menuju ruang sidang.

Bukannya memasuki ruang sidang utama, terdakwa justru bergerak cepat menuju area dekat Ruang Sidang Anak. Di sana, sebuah sepeda motor dilaporkan telah terparkir dalam posisi siap digunakan. Salihin langsung memacu kendaraan tersebut dan menghilang dari area pengadilan sebelum petugas sempat melakukan pengejaran.

Plt Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang, Andi Sitepu, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan adanya dugaan kuat bahwa pelarian ini telah direncanakan secara matang dengan bantuan pihak lain.

 "Terdakwa melarikan diri menggunakan sepeda motor yang sudah terparkir di dekat ruang sidang anak. Kuat dugaan ini sudah direncanakan dan dibantu oleh pihak luar untuk memfasilitasi pelariannya," ujar Andi Sitepu kepada awak media.

Kaburnya terdakwa dengan profil risiko tinggi (tuntutan mati) ini memicu reaksi cepat dari aparat penegak hukum. Saat ini, tim gabungan dari Kejari Deli Serdang dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Deli Serdang telah dibentuk untuk melakukan pengejaran skala besar.

 Penyisiran Rekaman CCTV: Petugas sedang menganalisis rekaman kamera pengawas di seluruh sudut PN Lubuk Pakam untuk mengidentifikasi rekan terdakwa yang membantu pelarian.

 Razia Jalur Keluar: Penjagaan di perbatasan wilayah Deli Serdang, Medan, dan akses menuju pelabuhan/bandara diperketat.

 Plemeriksaan Internal: Petugas pengawal tahanan yang bertugas saat kejadian tengah menjalani pemeriksaan intensif terkait potensi kelalaian prosedur (SOP) pengamanan.

Hingga berita ini diturunkan, status Salihin masih dalam daftar pencarian orang (DPO). Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan terdakwa untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Dian S (*) 

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama

JSON Variables

SPONSOR