Kelangkaan Biosolar Mencekik Pati, Sorotan Mafia dan SPBU Juwana Kembali Menguat

 

INFORMASITERKINI1.COM

PATI, 15 Desember 2025 – Minimnya ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar menjelang akhir tahun semakin mencekik aktivitas warga dan sektor usaha di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Keluhan ini paling parah dirasakan para sopir angkutan barang dan penumpang, terutama di wilayah seperti Kecamatan Sukolilo, di mana stok solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan cepat habis hanya dalam hitungan jam.

Para pengemudi kendaraan bermesin diesel kini harus berjibaku dan mengantre panjang sejak pagi hari demi mendapatkan jatah Biosolar. Sayangnya, upaya ini tak selalu membuahkan hasil.

Rahmad, seorang sopir minibus, menceritakan kesulitan yang ia hadapi saat mengantre di sebuah SPBU pada Senin (15/12/2025). “Sekarang kalau mau ambil solar harus antre dari pagi. Di jalur saya banyak pengguna solar, mulai truk, bus, traktor sampai mesin penggiling padi,” ujarnya.

Menurut Rahmad, kelangkaan ini berdampak langsung pada penghasilannya. Ia bahkan terpaksa meliburkan diri karena tidak mendapat bahan bakar untuk beroperasi. "Solar sekarang cepat sekali habis. Persediaannya tidak seperti biasanya. Kadang belum sampai siang sudah kosong,” keluhnya.

Kondisi ini jelas merugikan, mengingat kebutuhan transportasi dan distribusi cenderung meningkat menjelang periode libur akhir tahun.

Kelangkaan solar di Pati terjadi di tengah tingginya permintaan tidak hanya untuk sektor transportasi, tetapi juga untuk pertanian (traktor dan mesin penggiling padi) serta distribusi barang dan jasa. Peningkatan aktivitas menjelang akhir tahun kian menekan ketersediaan stok BBM bersubsidi ini.


Media informasi terkini 1.com sebelumnya pernah menyoroti adanya dugaan praktik monopoli oleh mafia BBM ilegal yang mengeksploitasi sejumlah SPBU di wilayah Pati. Dugaan ini diyakini menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk kelangkaan bagi masyarakat pengguna solar yang sah.

Redaksi informasi terkini 1.com bahkan mencatat kasus terbaru pada 15 Oktober 2025 yang menyorot SPBU Juwana sebagai "bukti baru" 'lahan subur' mafia BBM di Pati. Dalam pemberitaan tersebut, penegakan hukum di Polres Pati dinilai 'mandul' dalam menangani kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Redaksi juga menyatakan telah mengirimkan informasi terkait dugaan maraknya pengangsu (pengepul BBM) solar ke pihak berwenang, khususnya Polres Pati. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kabar penindakan atau respons resmi yang diterima oleh redaksi informasi terkini 1.com.

Pertanyaan besar pun muncul di kalangan masyarakat dan media: Apakah ada kongkalikong atau pengkondisian tertentu yang membuat praktik ilegal ini terus berjalan bebas di tengah penderitaan para sopir dan petani?

Masyarakat mendesak pihak kepolisian dan Pertamina untuk segera mengambil tindakan tegas dan transparan, agar ketersediaan Biosolar kembali normal dan praktik kecurangan di SPBU bisa diberantas tuntas.

Agung Red (*) 

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama

JSON Variables

SPONSOR