INFORMASITERKINI1.COM
JAKARTA PUSAT – Kebakaran dahsyat melanda Gedung Terra Drone yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/25). Insiden tragis ini menyebabkan kerugian besar, baik materiil maupun korban jiwa.
Jumlah korban meninggal dunia (MD) akibat musibah ini terus meningkat, mencapai angka 22 orang. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengonfirmasi data terbaru tersebut, merinci bahwa 22 korban tewas terdiri dari tujuh laki-laki dan 15 perempuan.
Kebakaran ini bermula dari ledakan baterai drone di lantai 1 gedung. Karena lantai atas gedung merupakan area gudang penyimpanan, api dengan cepat membesar dan menjalar ke lantai-lantai di atasnya.
Meskipun upaya pemadaman berhasil menjinakkan api sekitar pukul 14.32 WIB, penyisiran dan pendinginan memakan waktu lama. Asap tebal dan pekat yang memenuhi gedung menjadi penghalang utama bagi tim penyelamat.
Kombes Susatyo menjelaskan, sebagian besar karyawan sedang beristirahat di lantai 2 hingga 6 saat insiden terjadi. Karyawan yang berada di lantai atas tidak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya terjebak dalam kepungan asap yang naik dengan cepat.
Ironisnya, mayoritas korban tewas bukan disebabkan oleh luka bakar, melainkan karena kehabisan napas (asfiksia). Asap pekat yang menyelimuti lantai 3, 4, dan 5 menjadi penyebab utama kematian para korban. Proses evakuasi di lantai 6 dilaporkan mengalami kesulitan ekstrem akibat kondisi asap yang sangat tebal.
Seluruh 22 jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi forensik.
Untuk memfasilitasi keluarga korban, pihak kepolisian akan segera mendirikan posko di RS Polri Kramat Jati. Posko ini bertujuan untuk menyerahkan jenazah kepada keluarga serta menjadi pusat informasi bagi kerabat yang masih mencari kontak dengan korban. Petugas Damkar hingga kini masih terus menyisir seluruh lantai untuk memastikan tidak ada korban tambahan.
Agung Red(*)


